Hanya Bermodal KTP, Dua Warga Gowa Puas dengan Pelayanan Puskesmas Binanga Mamuju

oleh

MAMUJU, MANAKARRA.COM – Meski berstatus sebagai warga pendatang dari luar daerah, dua orang warga asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yakni Aswan dan Hamka, mengaku sangat puas dengan pelayanan kesehatan di Puskesmas Binanga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Keduanya mendatangi puskesmas tersebut untuk mendapatkan penanganan medis. Meski awalnya merasa khawatir karena waktu pelayanan di poli sudah hampir tutup, mereka justru disambut dengan keramahan dan tetap dilayani secara profesional oleh petugas kesehatan setempat.

Hal yang paling diapresiasi oleh Aswan dan Hamka adalah kemudahan akses layanan yang hanya bermodal Kartu Tanda Penduduk (KTP). Tanpa birokrasi yang rumit, petugas Puskesmas Binanga segera memproses administrasi keduanya agar dapat segera menerima pemeriksaan.

Aswan, salah satu pasien, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya terhadap dedikasi para tenaga medis di sana.

“Terus terang kami datang ke sini dalam kondisi butuh penanganan cepat. Kami sempat khawatir karena waktu menunjukkan poli sudah hampir tutup. Tapi di luar dugaan, petugas tetap melayani kami dengan sangat baik, ramah, dan sigap. Kami hanya diminta menunjukkan KTP saja, semuanya langsung diurus,” ujar Aswan saat ditemui usai mendapatkan pemeriksaan.

Senada dengan Aswan, Hamka juga mengaku terkesan dengan sikap humanis yang ditunjukkan oleh staf puskesmas. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang mengedepankan aspek kemanusiaan seperti ini sangat dirasakan manfaatnya, khususnya bagi warga yang sedang merantau atau berada jauh dari domisili asal.

“Pelayanan di sini benar-benar membantu kami. Meskipun kami bukan warga lokal Mamuju, hak kesehatan kami tetap dipenuhi dengan setara dan tidak dipersulit sama sekali. Ini adalah bentuk pelayanan publik yang patut dicontoh,” kata Hamka menambahkan.

Pihak Puskesmas Binanga sendiri memang dikenal berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima kepada setiap pasien yang datang, tanpa memandang latar belakang asal daerah, selama identitas pasien jelas dan sesuai dengan prosedur berlaku.

Kejadian ini menjadi bukti nyata bahwa integrasi data kependudukan melalui KTP telah mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat luas, serta menjadi cerminan bahwa profesionalisme tenaga medis di Kabupaten Mamuju tetap terjaga meski di penghujung jam operasional. (Mi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *