Ekonomi Sulbar Triwulan II 2026 Tumbuh 5,20 Persen, Melambat dari Triwulan Sebelumnya

oleh
oplus_0

MAMUJU, DELIK.ID – Perekonomian Sulawesi Barat (Sulbar) pada triwulan II 2026 tetap mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,20 persen secara tahunan (year on year/yoy). Namun, angka tersebut mengalami perlambatan dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang mencapai 5,35 persen.

Hal itu terungkap pada acara Sinergi dan kolaborasi dengan media dalam rangka diseminasi perekonomian terkirim, dilaksanakan oleh Bank Indonesia di Atrium Mall Maleo Town Square, Kamis, (25/09/2026).

Berdasarkan paparan perkembangan ekonomi Sulawesi Barat triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi Sulbar juga tercatat lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama, yakni 5,29 persen (yoy).

Dari sisi lapangan usaha, sejumlah sektor utama menjadi faktor perlambatan pertumbuhan ekonomi Sulbar. Lapangan Usaha (LU) Pertanian, Industri Pengolahan, dan Perdagangan tercatat mengalami perlambatan pertumbuhan.

Sementara itu, LU Konstruksi dan LU Administrasi Pemerintahan justru mengalami akselerasi pertumbuhan dan turut menopang kinerja ekonomi daerah.

Pada sektor pertanian, perlambatan dipengaruhi antara lain oleh perlambatan produksi komoditas perkebunan utama seperti kelapa sawit serta kondisi produksi perikanan dan tanaman pangan.

Untuk industri pengolahan, perlambatan terutama berkaitan dengan kinerja produksi crude palm oil (CPO) dan keterbatasan input produksi berupa tandan buah segar (TBS) yang turut memengaruhi aktivitas industri pengolahan.

Dari sisi perdagangan, perlambatan terjadi seiring melambatnya aktivitas perdagangan pada sejumlah komoditas, meskipun konsumsi rumah tangga masih menjadi salah satu faktor yang menopang aktivitas ekonomi.

Konsumsi Rumah Tangga dan Pemerintah Melambat

Jika dilihat berdasarkan pengeluaran, komponen Konsumsi Rumah Tangga (RT) menjadi salah satu faktor yang mengalami perlambatan.

Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi normalisasi konsumsi masyarakat setelah periode Ramadan dan Idulfitri pada triwulan sebelumnya. Konsumsi rumah tangga yang tinggi pada momentum tersebut kemudian kembali menuju pola normal.

Selain konsumsi rumah tangga, Konsumsi Pemerintah juga mengalami perlambatan.

Salah satu faktor yang disebut dalam paparan adalah penurunan Social Transfer in Kind (STIK) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penyerapan belanja pemerintah yang belum optimal.

Di sisi lain, terdapat sejumlah komponen yang justru mendorong pertumbuhan ekonomi Sulbar.

Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)/investasi mengalami pertumbuhan akseleratif. Kondisi ini didorong antara lain oleh realisasi investasi pemerintah dan swasta, termasuk pembangunan sejumlah proyek serta investasi pada sektor konstruksi.

Komponen ekspor juga mengalami peningkatan seiring kenaikan harga komoditas CPO global dibandingkan triwulan sebelumnya. Kondisi tersebut turut memberikan dukungan terhadap kinerja ekspor Sulbar.

Dengan pertumbuhan 5,20 persen pada triwulan II 2026, perekonomian Sulbar masih berada dalam tren positif, meski perlu mendapat perhatian terhadap perlambatan pada sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan serta konsumsi masyarakat dan pemerintah. (D11)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *