Ketika Mamuju Berkaca pada Sejarahnya, KOMARA Satukan Tokoh dalam Heritage Forum 2026

oleh

MAMUJU, MANAKARRA.COM – Sejarah yang tidak ditulis perlahan akan memudar dari ingatan kolektif masyarakat.

Berangkat dari kegelisahan tersebut, Komunitas Anak Manakarra (KOMARA) menghadirkan Mamuju Heritage Forum 2026 sebagai ruang dialog untuk merefleksikan kembali perjalanan panjang Mamuju yang kini genap berusia 486 tahun.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Manakarra Fair 2026 itu digelar di Atrium Mall Matos Mamuju, Sabtu (11/7/2026), dengan mengangkat tema besar tentang sejarah, budaya, dan aspek yuridis sebagai fondasi yang membentuk identitas Mamuju.

Berbeda dengan seremoni peringatan pada umumnya, forum ini mengajak masyarakat memahami bahwa Hari Jadi Mamuju bukan sekadar penanda usia, melainkan momentum untuk mengenali kembali akar sejarah dan jati diri daerah.

Forum menghadirkan narasumber yang memiliki kapasitas dan pengalaman sesuai bidangnya.

Ketua DPRD Kabupaten Mamuju, Syamsuddin Hatta membahas aspek yuridis, menjelaskan perjalanan regulasi dan dasar hukum yang mengiringi perkembangan Mamuju.

Dari aspek budaya, hadir Drs. H. Abdul Wahab Kasim, anggota Panitia Sembilan Penetapan Hari Jadi Mamuju tahun 1999, yang memaparkan proses penetapan Hari Jadi Mamuju serta nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat. Pemaparannya diperkaya oleh Andi Saiful Rauf, pegiat seni dan budaya Mamuju sekaligus Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat, yang menyoroti pentingnya pelestarian tradisi, bahasa, dan warisan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Sementara itu, penulis dan pegiat literasi Jasman Rantedoda membedah perjalanan sejarah Mamuju dari aspek historis.

Berdasarkan hasil riset yang telah lama ia lakukan, Jasman mengajak peserta memahami sejarah Mamuju melalui sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga sejarah daerah tidak hanya bertumpu pada tradisi lisan, tetapi juga terdokumentasi secara ilmiah.

Ketiga perspektif tersebut saling melengkapi, sejarah memberikan gambaran perjalanan masa lalu, budaya memperlihatkan identitas masyarakat yang terus hidup, sementara aspek yuridis menjelaskan bagaimana perjalanan pemerintahan dan berbagai kebijakan turut membentuk Mamuju hingga saat ini.

Ketua Komunitas Anak Manakarra, Muh Taufiq Hidayat, mengatakan Mamuju Heritage Forum merupakan langkah awal untuk membangun gerakan literasi sejarah di Mamuju.

“Melalui dialog ini, kami ingin membuka ruang untuk menuliskan kembali sejarah Mamuju yang selama ini masih banyak tersimpan dalam ingatan para tokoh, manuskrip, maupun cerita masyarakat. Kami berharap sejarah Mamuju tidak berhenti sebagai tradisi lisan, tetapi dapat menjadi literatur yang utuh dan bisa dipelajari oleh generasi mendatang,” ujar Taufiq.

Menurutnya, selama ini masih banyak catatan sejarah, tokoh, hingga peristiwa penting yang belum terdokumentasi secara komprehensif.

Karena itu, Mamuju Heritage Forum diharapkan menjadi titik awal kolaborasi antara pemerintah, akademisi, budayawan, pegiat literasi, dan masyarakat dalam menyusun literatur sejarah Mamuju secara lebih lengkap.

Sebagai penutup kegiatan, KOMARA menyerahkan rekomendasi hasil Mamuju Heritage Forum 2026 kepada Ketua DPRD Kabupaten Mamuju, Syamsuddin Hatta.

Rekomendasi tersebut berisi sejumlah gagasan strategis, di antaranya penguatan dokumentasi sejarah daerah, pelestarian budaya lokal, penyusunan literatur sejarah Mamuju secara komprehensif, serta mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menjaga warisan sejarah dan budaya.

Melalui Mamuju Heritage Forum 2026, KOMARA ingin menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Mamuju ke-486 tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum untuk membangkitkan kesadaran kolektif bahwa sejarah adalah identitas, budaya adalah jati diri, dan literasi merupakan jembatan agar seluruh warisan tersebut tetap hidup dan diwariskan kepada generasi yang akan datang.

Forum ini diharapkan menjadi tonggak lahirnya gerakan bersama untuk menjaga, menulis, dan merawat sejarah Mamuju sebagai warisan yang tak lekang oleh waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *