BPS Sulbar Tegaskan Tak Ada Ampun untuk Data Rekayasa, Petugas SE 2026 Diingatkan Jangan Isi Data di Meja

oleh

MAMUJU, MANAKARRA.COM – Pelatihan Petugas Lapangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 Gelombang I resmi berakhir pada Sabtu (6/6/2026), dan diikuti 145 peserta yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan.

Acara penutupan dihadiri Pranata Komputer BPS Provinsi Sulawesi Barat Muh Said, perwakilan BPS Kabupaten Mamuju Herawati, Ketua Tim Pelaksana SE 2026 Syfa Aulia Rahmi, SST, MA, serta seluruh struktur daerah Gelombang I.

Ketua Tim Pelaksana SE 2026, Syfa Aulia Rahmi, mengatakan pelatihan menjadi tahapan penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang profesional dan mampu menjalankan sensus sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Kami ingin para peserta mampu memahami materi dan dapat mengaplikasikannya dengan baik di lapangan nantinya,” ujarnya.

Ia berharap seluruh peserta dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan sehingga menghasilkan data yang akurat, berkualitas, dan dapat dipertanggung jawabkan.

BPS Kabupaten Mamuju juga memberikan apresiasi kepada sejumlah peserta yang dinilai menunjukkan kinerja dan partisipasi terbaik selama mengikuti pelatihan.

Namun, pesan paling tegas datang dari Pranata Komputer BPS Provinsi Sulawesi Barat, Muh Said, yang mengingatkan seluruh petugas agar menjaga integritas selama bertugas.

“Integritasnya dijaga. Jangan ada data sampah, jangan ada data yang dilakukan di meja tanpa bertanya kepada responden. Jangan pernah, di BPS kami tidak pakai itu. Jika diketahui, tidak ada kesempatan kedua untuk bekerja sama dengan kami,” tegas Muh Said.

Ia kembali menekankan pentingnya bekerja sesuai prosedur operasional standar (SOP) agar hasil sensus benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.

“Saya berharap laksanakan sesuai dengan SOP-nya agar tidak menjadi data sampah,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kualitas data menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Praktik pengisian data tanpa verifikasi lapangan atau sekadar menyelesaikan administrasi di atas meja dinilai dapat merusak validitas hasil sensus yang menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan perencanaan ekonomi.

Dengan berakhirnya pelatihan Gelombang I, sebanyak 145 petugas lapangan diharapkan tidak hanya menguasai materi teknis, tetapi juga menjunjung tinggi profesionalisme, kredibilitas, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas, sehingga Sensus Ekonomi 2026 mampu menghasilkan data yang akurat dan terpercaya bagi pembangunan daerah maupun nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *