Wabup Mamuju Tekankan Deteksi Dini, FKUB Diminta Aktif Cegah Konflik Sosial

oleh

MAMUJU, MANAKARRA.COM — Pemerintah Kabupaten Mamuju mendorong penguatan sistem deteksi dini terhadap potensi konflik sosial sebagai langkah menjaga kerukunan dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Mamuju, Yuki Permana, saat mewakili Bupati Mamuju membuka Focus Group Discussion (FGD) tentang Early Warning System (EWS) Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mamuju di Aula Kantor Bupati Mamuju, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Early Warning System (EWS): Merawat Kerukunan, Memperkuat Persatuan: Sinergi Tokoh Agama dan Penyuluh Lintas Agama untuk Mamuju yang Damai, Aman, dan Inklusif.”

Yuki mengatakan, keberagaman agama, budaya, dan latar belakang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Mamuju yang harus dikelola melalui komunikasi, dialog, dan kerja sama. Menurutnya, setiap persoalan yang muncul perlu dikenali dan diselesaikan sejak dini agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Ia juga mengingatkan tantangan di era digital, ketika informasi yang belum terverifikasi maupun narasi provokatif dapat menyebar dengan cepat dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“FKUB tidak boleh hanya hadir ketika terjadi persoalan antarumat beragama. Lebih dari itu, FKUB harus menjadi ruang dialog, edukasi, dan mampu membaca potensi persoalan secara dini,” ujar Yuki.

Karena itu, Yuki mendorong FKUB bersama tokoh agama dan penyuluh lintas agama membangun jejaring komunikasi yang aktif. Setiap informasi mengenai potensi persoalan, kata dia, perlu dihimpun, diverifikasi, kemudian diklarifikasi melalui jalur komunikasi yang tepat sebelum berkembang menjadi konflik.

Upaya tersebut dinilai membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan hingga media.

“Kerukunan harus kita jadikan sebagai infrastruktur sosial yang menghubungkan hati antarwarga,” katanya. (Fo)