Siswa MTsN 1 Polewali Mandar Dilatih Bikin Video Edukasi Kesehatan Berbasis AI

oleh

POLEWALI MANDAR, MANAKARRA.COM — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) memberikan pelatihan pembuatan video animasi edukasi kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI) kepada siswa MTs Negeri 1 Polewali Mandar.

Kegiatan yang digelar Jumat (11/9/2026) tersebut berlangsung di Smart Room MTs Negeri 1 Polewali Mandar dan diikuti 27 siswa dengan didampingi dua orang guru.

Tim pengabdian terdiri dari Apriyanto dari Program Studi Ilmu Aktuaria selaku ketua pelaksana, Muh. Rifandi dari Program Studi Matematika, serta Andi Sri Rahayu Kasma dari Program Studi Gizi. Kegiatan tersebut juga melibatkan sejumlah mahasiswa Universitas Sulawesi Barat.

Pelatihan ini merupakan bagian dari Skema Pengabdian Kemitraan yang dibiayai melalui DIPA Universitas Sulawesi Barat Tahun Anggaran 2026.

Program tersebut dilatarbelakangi dua persoalan, yakni masih banyak siswa yang berperan sebagai konsumen konten digital dan belum mendapatkan pelatihan sistematis untuk memproduksi konten sendiri. Di sisi lain, persoalan gizi pada kelompok usia remaja masih menjadi perhatian dalam bidang kesehatan masyarakat.

Tim pengabdian kemudian memadukan kedua persoalan tersebut melalui pendekatan edukasi berbasis teknologi digital. Para siswa tidak hanya diberikan pemahaman mengenai gizi seimbang, tetapi juga diarahkan untuk mengemas materi tersebut menjadi video animasi menggunakan teknologi AI.

Ketua pelaksana, Apriyanto, mengatakan pendekatan tersebut dirancang agar siswa mendapatkan dua manfaat sekaligus, yakni pemahaman mengenai kesehatan dan keterampilan memanfaatkan teknologi AI.

“Ketika para siswa menulis naskah tentang gizi seimbang, maka mereka terlebih dahulu harus memahami materinya lebih dalam. Jadi, keterampilan AI-nya dapat, pemahaman tentang gizinya juga dapat,” ujar Apriyanto.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi mengenai gizi seimbang. Materi tersebut mencakup empat pilar gizi seimbang, panduan “Isi Piringku” dari Kementerian Kesehatan, kebutuhan zat gizi bagi remaja, serta dampak konsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan.

Materi tersebut selanjutnya menjadi dasar bagi siswa dalam menyusun konten video edukasi yang mereka produksi.

Pada sesi kedua, peserta diperkenalkan dengan teknologi AI generatif sekaligus peluang ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan oleh generasi muda melalui pemanfaatan teknologi digital.

Sementara pada sesi terakhir, peserta mendapatkan pendampingan praktik menggunakan AQL Prompt Studio, sebuah asisten AI yang dikembangkan oleh tim pengabdian.

Melalui perangkat tersebut, siswa dibimbing mulai dari menulis naskah cerita, membuat prompt gambar dan video, menghasilkan gambar animasi, mengubah gambar menjadi potongan video, hingga menggabungkan sejumlah potongan tersebut menjadi satu video utuh.

Program ini juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada bidang kehidupan sehat dan sejahtera serta pendidikan berkualitas. Kegiatan tersebut sekaligus sejalan dengan upaya penguatan sumber daya manusia melalui Asta Cita.

Tim pengabdian berharap video animasi yang dihasilkan para siswa tidak berhenti sebagai produk pelatihan. Karya tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai media promosi kesehatan di lingkungan madrasah dan disebarluaskan kepada masyarakat melalui berbagai platform digital.

“Kalau satu saja dari peserta hari ini meneruskan berkarya dan kelak memperoleh penghasilan dari kontennya, tujuan kami sudah tercapai. Apa yang kami tanam bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan keyakinan bahwa anak madrasah di Polewali Mandar pun bisa ikut dalam ekonomi digital,” tutup Apriyanto.