Mamuju, Manakarra.com – Seorang warga Kabupaten Mamuju berinisial H mengaku menjadi korban dugaan pemerasan oleh seorang oknum yang mengatasnamakan jurnalis Tribun Sulbar sekaligus admin Info Mamuju.
Pelaku diduga mengancam akan menyebarkan rekaman video call seks (VCS) korban apabila tidak menyerahkan uang sebesar Rp2,8 juta.
Peristiwa yang disebut terjadi pada Selasa malam, 21 Juli 2026, bermula ketika korban berkenalan dengan akun Facebook bernama Siska Pramita.
Setelah beberapa saat berkomunikasi melalui Messenger, percakapan kemudian berlanjut ke aplikasi WhatsApp hingga korban diajak melakukan video call.
Korban mengaku tidak mengetahui bahwa video call tersebut diduga direkam. Tak lama setelah itu, korban dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai jurnalis Tribun Sulbar sekaligus admin Info Mamuju.
Orang tersebut diduga memperlihatkan rekaman video call dan mengancam akan menyebarkannya apabila korban tidak menyerahkan uang sebesar Rp2,8 juta.
Karena merasa takut dan khawatir video tersebut tersebar, korban mengaku terpaksa meminjam uang dari kerabatnya dan mentransfer Rp1 juta kepada pelaku. Namun, meski uang telah dikirim, pelaku diduga kembali meminta uang dengan berbagai alasan.
“Saya benar-benar takut. Dia bilang kalau saya tidak kirim uang, video itu akan disebarkan. Saya sampai pinjam uang ke keluarga karena panik dan malu kalau video itu sampai dilihat banyak orang,” ujar H kepada media ini, Rabu (22/7/2026).
Korban mengatakan ancaman itu terus berlanjut meski dirinya telah memenuhi sebagian permintaan pelaku.
“Sudah saya transfer satu juta, tapi dia masih minta lagi. Alasannya macam-macam, katanya mau selesaikan masalah dengan perempuan di video itu. Saya merasa ini bukan lagi minta bantuan, tapi sudah memeras saya,” ungkapnya.
Merasa terus berada di bawah tekanan, korban akhirnya memilih mengungkap peristiwa yang dialaminya dan akan melaporkan ke aparat penegak hukum untuk di usut tuntas.
“Saya berharap polisi segera menangkap pelakunya. Saya juga ingin masyarakat berhati-hati, jangan sampai ada korban lain yang mengalami hal seperti saya,” tutup korban.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat bukti yang mengonfirmasi bahwa pelaku benar-benar merupakan jurnalis Tribun Sulbar maupun admin Info Mamuju.
Identitas tersebut masih sebatas pengakuan pelaku kepada korban dan masih menunggu pembuktian.
