Kepala BKN RI Disambut Meriah di Mamuju, Publik Justru Menanti Jawaban Soal Kisruh Sistem ASN Sulbar

oleh

MAMUJU, MANAKARRA.COM – Kunjungan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, ke Sulawesi Barat disambut hangat oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), dalam acara silaturahmi yang berlangsung di Waterpark Hotel Maleo Mamuju, Kamis malam (4/6/2026).

Suasana penuh keakraban tampak mewarnai pertemuan yang juga dihadiri Sekretaris Provinsi Sulbar Junda Maulana dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulbar. SDK dan Zudan terlihat mengenang masa kebersamaan saat Zudan menjabat Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar periode Mei 2023 hingga Mei 2024.

“Pak Prof Zudan ini, Pj Gubernur, datang kembali ke kampungnya sendiri. Tentu kita merasa bahagia dan kita ingin kembali mengenang bersama bawahan-bawahan yang dulu. Akhirnya kita menyanyi dan kita happy-happy malam ini,” ujar Suhardi Duka.

Namun di balik suasana hangat dan penuh nostalgia tersebut, publik Sulawesi Barat masih menaruh perhatian pada sejumlah persoalan kepegawaian yang belakangan mencuat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulbar, termasuk polemik pemblokiran sistem ASN yang sempat menjadi sorotan karena berdampak pada pelayanan administrasi kepegawaian.

Kehadiran orang nomor satu di BKN RI itu dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola birokrasi sekaligus memastikan berbagai persoalan administrasi ASN tidak berlarut-larut.

Apalagi, BKN merupakan lembaga yang memiliki kewenangan strategis dalam pembinaan manajemen aparatur sipil negara di Indonesia.

Saat ditanya mengenai topik pembicaraan yang dibahas selama jamuan makan malam, Gubernur Sulbar memberikan jawaban singkat.

“Tentang masa depan Sulbar,” katanya.

Pernyataan tersebut memunculkan harapan agar masa depan yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan investasi, tetapi juga pembenahan tata kelola birokrasi yang profesional, transparan, dan bebas dari persoalan administrasi yang berpotensi menghambat pelayanan publik.

Sementara itu, Prof. Zudan Arif Fakrulloh mengaku senang dapat kembali mengunjungi Sulawesi Barat dan bertemu dengan jajaran pemerintah daerah yang pernah bekerja bersamanya.

“Pak Gubernur ini sahabat lama saya. Dulu kan sering jalan bareng, car free day di sini,” ujar Zudan.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Pemerintah Provinsi Sulbar.

“Terima kasih banyak atas undangannya. Kita mengenang masa-masa dua tahun yang lalu, setahun bersama-sama. Ini merupakan forum untuk membangun masa depan Sulbar seperti yang dikatakan Pak Gubernur dan Pak Sekda,” ucapnya.

Meski demikian, sejumlah kalangan menilai bahwa masyarakat kini tidak hanya membutuhkan simbol keakraban antarelite pemerintahan. Yang lebih penting adalah hadirnya solusi konkret terhadap berbagai persoalan birokrasi yang sempat menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir.

Kunjungan Kepala BKN RI ke Sulawesi Barat diharapkan tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi dan nostalgia, tetapi juga membawa semangat perbaikan tata kelola ASN demi meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.